Mapping Potensi Risiko Akibat Kesalahan Data Nasabah

Saat ini, hampir semua bank menawarkan jenis produk yang sama dengan tingkat kualitas yang juga sama. Agar dapat menawarkan produk yang berbeda dari pesaing, pihak bank dituntut untuk mengerti lebih detail lagi siapa nasabahnya, dan model macam apakah nasabahnya?

Dengan menggunakan KYC, bank diminta untuk lebih mengenal CRM (customer relationship management) secara keseluruhan, yang secara prinsip dapat dipilih beberapa poin sebagai berikut:

  • Mengenal siapa nasabahnya sebenarnya?
  • Segmen mana yang menjadi nasabah setia?
  • Karakter seperti apa yang menjadi nasabahnya, baik yang loyal maupun biasa?
  • Tersebar di daerah mana saja nasabahnya?
  • Berapa usia nasabah utama?
  • Lebih banyak pria atau wanita sebagai nasabah utama?
  • Apakah nasabah suka memberitakan manfaat produk yang digunakan?

Dan masih banyak lagi pertanyaan yang terkait dengan customer.

Pada intinya adalah setiap bank seharusnya mengerti dan mengenal nasabah secara mendalam untuk dapat meningkatkan pendapatan perusahaan, karena para nasabah itulah darahnya bank.

 

Kualitas Data Nasabah

Untuk dapat mendukung pemenuhan prinsip KYC sekaligus dapat meningkatkan pendapatan, tak bisa dipungkiri lagi bahwa kualitas data yang baik sangat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan. Perusahaan besar pasti memiliki jumlah data nasabah yang besar pula. Dapat dibayangkan betapa sulitnya menjaga kualitas data yang sedemikian besar, karena kualitas data nasabah dapat meluruh seiring waktu, Hal ini disebabkan bukan karena aplikasi, tetapi karena sifat data itu sendiri. Nasabah dan data bisnis sering berubah karena sifatnya bergerak, sehingga menyebabkan perubahan nama, nomor identitas, alamat dan nomor telepon. Tingkat perubahan yang cepat dari data nasabah tersebut menimbulkan masalah pada kualitas data. Untuk memenuhi kualitas data yang baik, ada beberapa prinsip kualitas data yang harus dipenuhi, yaitu :

  • Lengkap, artinya data tersedia atau diisi
  • Konsisten, artinya data diisi sesuai dengan kebijakan dan standar yang telah ditetapkan
  • Akurat, artinya data sesuai dengan keadaan nasabah sebenarnya
  • Unik, artinya tidak terjadi duplikasi
  • Terkini, artinya data selalu terupdate

 

Kualitas data nasabah atau CIF (Customer Information File) sangat  bergantung pada petugas yang melakukan input / entry data. Kualitas data yang kurang baik tentu akan menjadikan hambatan utama dalam mencapai tujuan bisnis. Sebagai contoh, alamat nasabah yang tidak benar akan meningkatkan biaya dalam pengiriman surat atau billing statement. Bayangkan jika sebuah bank yang mengirimkan surat promosi sebanyak 1 juta buah per tahun dengan tingkat kesalahan 25%, berapa biaya yang akan terbuang percuma.

Biaya dan pendapatan yang hilang akibat dari kualitas data yang buruk sering kali tidak terlihat jelas. Masalah kualitas data memicu reaksi berantai dalam proses bisnis suatu bank. Sebagai contoh, data yang buruk membuat pelanggaran privasi menjadi lebih mungkin terjadi. Menghubungi orang yang salah karena data yang salah dapat menyebabkan biaya terbuang percuma. Pada skala yang lebih besar, masalah kualitas data dapat menyebabkan para bankir membuat keputusan yang salah baik taktis dan strategis yang mengakibatkan kehilangan pelanggan dan penurunan profitabilitas.

 

Mapping Potensi Risiko Kesalahan Data

Untuk lebih memahami potensi risiko akibat kesalahan dalam penginputan data nasabah, dapat dilihat akibat dari masing-masing field sebagai berikut :

1.     CIF Duplikat

Jika terjadi duplikasi CIF, maka akan mempengaruhi jumlah nasabah / debitur secara tepat. Bank juga tidak dapat melihat profile nasabah secara menyeluruh (secara 360°).

2.     Jenis Nasabah

Kesalahan memilih jenis nasabah akan menyebabkan kesalahan segmentasi nasabah dan juga kesalahan jenis legalitas yang seharusnya disampaikan. Kesalahan segmentasi akan menyebabkan kesalahan dalam perlakukan kepada nasabah. 

3.     Nama Nasabah

Kesalahan dalam penulisan nama nasabah akan menyebabkan potensi denda pada laporan SID jika nasabah tersebut merupakan debitur. Kesalahan ini terjadi karena penulisan nama gelar atau bentuk badan hukum yang dimasukkan pada field nama nasabah. Disamping itu, dapat menyebabkan pengiriman R/C atau atensi tidak sampai karena nama tidak dikenal.

4.     Nama Gadis Ibu Kandung

Kesalahan dalam penulisan nama gadis ibu kandung akan menyebabkan potensi denda pada laporan SID jika nasabah tersebut merupakan debitur, maupun verifikasi nasabah ketika melakukan transaksi atau keperluan lain melalui Call Center.

5.     Jenis Kelamin

Kesalahan pemilihan jenis kelamin (walaupun jarang terjadi kesalahan) dapat menyebakan promosi yang ditawarkan oleh unit bisnis melalui media elektronik seperti SMS atau email menjadi tidak tepat sasaran. Misalnya unit bisnis ingin menawarkan produk kosmetik kepada nasabah wanita. Jika ada nasabah pria yang terjadi kesalahan dalam pemilihan jenis kelaminnya, maka ketika nasabah pria tersebut mendapat pesan promosi menjadi tidak tepat sasaran.

6.     Agama

Kesalahan pemilihan kode agama (walaupun jarang terjadi kesalahan) dapat menyebakan atensi atau promosi yang ditawarkan oleh unit bisnis terkait hari raya dari agama nasabah melalui media elektronik seperti SMS atau email menjadi tidak tepat sasaran.

7.     Tempat Lahir

Kesalahan dalam penulisan tempat lahir akan menyebabkan potensi denda pada laporan SID jika nasabah tersebut merupakan debitur.

8.     Tanggal Lahir

Kesalahan penulisan tanggal lahir dapat menyebabkan kesalahan dalam penyampaian atensi ulang tahun nasabah maupun verifikasi nasabah ketika melakukan transaksi atau keperluan lain melalui Call Center.

 9.  Tanggal Jatuh Tempo Identitas

Jika tanggal jatuh tempo ID (mis, KTP) tidak segera dikinikan akan menyebabkan legalitas tersebut tidak berlaku lagi (kadaluarsa).

10.  Alamat Nasabah

Kesalahan penulisan alamat nasabah dapat menyebabkan pengiriman R/C atau atensi tidak sampai karena alamat tidak dikenal.

11.  No. HP

Kesalahan penulisan No. HP dapat menyebakan promosi yang ditawarkan oleh unit bisnis melalui SMS tidak dapat diterima oleh nasabah. Disamping itu, konfirmasi langsung kepada nasabah menjadi terganggu.

12.  NPWP

Kesalahan dalam penulisan NPWP akan menyebabkan potensi denda pada laporan SID jika nasabah tersebut merupakan debitur.

 

Semoga bermanfaat

This entry was posted in Data Quality and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Mapping Potensi Risiko Akibat Kesalahan Data Nasabah

  1. It’s in fact very complex in this active life to listen news
    on TV, therefore I simply use internet for that purpose, and get the most up-to-date news.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s